Usai Reka Ulang, Penyidik Periksa Kejiwaan Pembunuh Isteri di Tanjab Barat

Usai Reka Ulang,  Penyidik Periksa Kejiwaan Pembunuh Isteri di Tanjab Barat
suasana pelaku memberikan keterangan kepada penyidik dan Kaolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro

JAMBI - - Penyidik Kepolisian Resort Tanjungjabung Barat, Jambi, bergerak cepat   untuk menuntaskan perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berujung maut yang dilakukan Sam, 59 tahun terhadap isterinya (almarhumah Baiyah), awal Agustus lalu.

Setelah pemeriksaan terhadap pelaku, sejumlah saksi dan reka ulang kejadian pada Rabu kemarin, penyidik akan melakukan  pemeriksaan kesehatan jiwa dari pelaku.

“Walaupun terlihat sehat, untuk memastikannya penindakan hukum kita akan koordinasikan juga dengan tim psikolog, ” kata Kapolres Tanjungjabung Barat AKBP Guntur Saputro, Kamis (13/8).

Seperti diberitakan sebelumnya,  kasus pembunuhan yang dilatari masalah sepele itu, terjadi di sebuah rumah kontrakan di Lorong Kenanga 5, RT 24, Kelurahan Tungkal Ilir, Kota Kualatungkal (Ibukota Kabupaten Tanjungjabung Barat), Minggu subuh (2/8).

Kepada penyidik, pelaku Sam mengaku membabi-buta memukuli kepala isterinya, lantaran harga dirinya disepak isterinya yang menolak keras memberikan uang sebesar Rp20 Ribu pada Minggu subuh berdarah itu.

“Kalau ditolak dan dikasari dengan mulut saja, mungkin saya tahan. Sudah biasa bagi saya. Namun saat saya disepak pakai kaki, saya tidak bisa menerimanya. Saya langsung ambil kayu di bawah tempat duduk dan memukul dia berulang-kali, ” kata Sam yang sehabis memukuli isterinya keluar dari rumah melapor  kepada Ketua RT setempat.

Sementara itu korban Baiyah, ibu tiga anak yang dinikahi pelaku semenjak tahun 1992,  akibat pukulan kalap suaminya, mengalami pendarahan hebat di kepala bagian belakang, tidak lama setelah dipukuli  menghembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan ke RS Daud Arif Kuala Tungkal.

Menurut  warga setempat, korban dikenal baik dan selama ini sudah banting tulang bekerja untuk membiayai hidup ketiga anaknya dan menutupi biaya sewa rumah. “Korban orangnya baik. Dia banting tulang sendirian untuk mencari biaya hidup bersama anknya. Suaminya jarang pulang. Paling satu bulan satu kali. Itupun paling lama bertahan tinggal satu sampai dua hari, ” ungkap seorang warga dekat rumah korban.

Atas perbuatan pelaku, menurut Kapolres AKBP Guntur Saputro, pelaku diancam dengan pelanggaran pasal undang-undang KDRT dengan hukuman maksimal 15 tahun. (permato)

UdinKomarudin

UdinKomarudin

Luar Biasa! Demi Kebahagiaan Warga Kapolres Jalan Kaki 4 Km Giring Hewan Kurban Previous Article

Luar Biasa! Demi Kebahagiaan Warga Kapolres Jalan...

Polri-TNI Rangkul Nelayan Pantai Timur Sambut Detik-detik Proklamasi Next Article

Polri-TNI Rangkul Nelayan Pantai Timur Sambut Detik-detik...

Related Posts